PARADIGMA PENDIDIKAN (Dari Behavioristik ke Konstruktivistik, Memasuki Era Belajar)

Manusia Indonesia terjangkit virus keseragaman yaitu Pola pikir sentralistik, monolitik, dan uniformistik mewarnai pengemasan dunia belajar dan Pendididkan

8 KUNCI KEUNGGULAN Di era kesemrawutan global

•          Kejujuran

•          Kegagalan awal kesuksesan

•          Bicara dengan niat baik

•          Pola pikir kekinian

•          Komitmen

•          Tanggung jawab

•          Sikap luwes

•          Hidup seimbang

 

PANDANGAN TENTANG Pengetahuan, Belajar dan Pembelajaran

 

Behavioristik

•          Pengetahuan: objektif, pasti, tetap

•          Belajar: perolehan pengetahuan

•          Mengajar: memindahkan pengetahuan ke orang yang belajar

•          Mind berfungsi sebagai alat penjiplak struktur pengetahuan

•          Si belajar diharapkan memiliki pemahaman yang sama dengan pengajar terhadap pengetahuan yang dipelajari

•          Segala sesuatu yang ada di alam telah terstruktur, teratur, rapi

•          Pengetahuan juga sudah terstruktur rapi

•          Si belajar dihadapkan pada aturan-aturan yang jelas yang ditetapkan lebih dulu secara ketat

•          Pembiasaan (disiplin) sangat  esensial

•          Ketaatan kepada aturan dipandang sebagai penentu keberhasilan

•          Kontrol belajar dipegang oleh sistem di luar diri si-belajar

•          Tujuan pembelajaran menekankan pada penambahan pengetahuan

•          Seseorang dikatakan telah belajar apabila mampu mengungkapkan kembali apa yang telah dipelajari

•          Keterampilan terisolasi

•          Mengikuti urutan kurikulum ketat

•          Aktivitas belajar mengikuti buku teks

•          Menekankan pada hasil

•          Respon pasif

•          Menuntut satu jawaban benar

•          Evaluasi merupakan bagian terpisah  dari belajar

 

Konstruktivistik

•          Pengetahuan : non- objektif, temporer, selalu berubah

•          Belajar: pemaknaan pengetahuan

•          Mengajar: menggali makna

•          Mind berfungsi sebagai alat menginterpretasi sehingga muncul makna yang unik

•          Si belajar bisa memiliki pemahaman yang berbeda terhadap pengetahuan yang dipelajari

•          Si belajar dihadapkan kepada lingkungan belajar yang bebas

•          Kebebasan merupakan unsur  yang sangat esensial

•          Kegagalan atau keberhasilan, kemampuan atau ketidakmampuan dilihat sebagai interpretasi yang berbeda yang perlu  DIHARGAI

•          Kebebasan dipandang sebagai penentu keberhasilan

•          Kontrol belajar dipegang oleh si-belajar

•          Tujuan pembelajaran me-nekankan pada penciptaan pemahaman, yang menuntut aktivitas kreatif-produktif dalam konteks nyata

•          Penggunaan pengetahuan secara bermakna

•          Mengikuti pandangan si-belajar

•          Aktivitas belajar dalam konteks nyata

•          Menekankan pada proses

•          Penyusunan makna secara aktif

•          Menuntut pemecahan ganda

•          Evaluasi merupakan bagian utuh dari belajar

 

Sumber : Prof. I Nyoman S. Degeng, M.Pd (dalam mata kuliah Teori Belajar dan Konsep Mengajar, Pascasarjana Univ. PGRI Adibuana Surabaya)

Posted on 24/07/2012, in BELAJAR, NEWS and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Komentar disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: