Hypnotic Story Teeling

Tentang Hypnotic Story Telling

Dongeng adalah cara berkomunikasi yang mudah dan murah. Meski dongeng sudah sejak lama dan turun temurun, namun belum semua orang yang mendongeng menerapkan prinsip-prinsip sistem pikiran. Sehingga pesan dari dongeng belum tertancap secara maksimal pada pikiran anak.

Hypnotic Story Telling adalah sebuah metode mendongeng yang memperhatikan cara kerja pikiran. Sehingga materi dalam dongeng bisa tertanam secara maksimal pada pikiran anak, dan bisa memunculkan perubahan perilaku.

Hypnotic Story Telling menggabungkan antara teknik-teknik mendongeng dengan metode hipnosis modern. Sehingga bisa dengan mudah dipelajari dan diaplikasikan.

Waking Hypnosis

Waking hipnosis merupakan cara melakukan hipnosis dengan mata terbuka. Waking hipnosis dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip pikiran bawah sadar pada saat berkomunikasi. Sehingga pesan yang disampaikan dapat langsung terekam pada pikiran bawah sadar dan kemudian menghasilkan perubahan perilaku.

Pada aplikasinya, waking hypnosis digunakan ketika berkomunikasi dengan orang lain. Waking Hypnosis banyak membantu dalam melakukan penjualan, pengajaran, public speaking, parenting, dan lain-lain.

Waking hypnosis juga sangat baik digunakan pada saat mendongeng. Karena bisa memasukkan pesan pada pikiran bawah sadar putra-putri Anda tanpa harus menyuruhnya memejamkan mata atau melakukan konsentrasi tinggi.

Waking hypnosis adalah fenomena yang terjadi sehari-hari. Inti dari hipnosis adalah menyampaikan pesan pada pikiran bawah sadar. Yang mana pikiran bawah sadar menerima informasi tanpa dianalisa. Jadi ketika Anda menyampaikan informasi pada putra-putri Anda, kemudian informasi tersebut diterima begitu saja oleh putra-putri Anda tanpa dianalisa. Maka Anda sama saja telah melakukan waking hypnosis.

Sistem Pikiran Sadar dan Bawah Sadar

Pada dasarnya, setiap perilaku manusia, ditentukan oleh pikiran. Jadi, untuk melakukan komunikasi dengan teknik hipnosis, harus terlebih dahulu mengetahui cara kerja pikiran. Sebuah software yang luar biasa yang bekerja dalam hardware yang disebut otak.

Dalam sistem pikiran terdapat apa yang disebut dengan pikiran sadar (concius mind) dan pikiran bawah sadar (sub concius mind). Diibaratkan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar ini sebagai sebuah gunung es.


 

 

 

 

 

 

 

Karakteristik Pikiran Bawah Sadar

1.       Menerima segala informasi kapan saja.

Ketika seseorang sedang fokus, maka sesuatu yang menjadi pusat perhatiannya, ditambah dengan hal-hal lain yang menyertainya, akan direkam sangat kuat dalam pikiran bawah sadar.

2.       Imajinasi dan realita dianggap sama.

Ketika seseorang sedang fokus pada sesuatu, apapun itu, maka pikiran akan menyamakan antara imajinasi dan realita.

3.       Hanya menerima kalimat positif.

Pada dasarnya setiap data dalam pikiran disimpan dalam bentuk data gambar. Sehingga pikiran lebih mudah merespon stimulus-stimulus yang memunculkan gambar.

Kata negatif seperti tidak, jangan, dilarang, dll, sangat sulit dicari data gambarnya dalam pikiran. Sehingga kata-kata tersebut akan diabaikan oleh pikiran.

4.       Spesifik pada pribadi

Pikiran Bawah Sadar sangat menyukai hal-hal yang bersifat pribadi. Hal ini terbukti ketika Anda kembali melihat foto-foto kenangan Anda. Coba Anda pilih satu foto Anda bersama dengan kawan-kawan  satu angkatan sekolah Anda, atau keluarga besar Anda. Wajah siapa yang pertamakali Anda cari ??  Ya… Betul sekali. Pasti Anda sedang berusaha mencari wajah Anda terlebih dahulu, baru setelah itu mencoba mengenali wajah-wajah orang di sekitar wajah Anda.

5.       Semakin diulang, semakin baik.

Setiap informasi yang disimpan dalam sistem pikiran ibaratnya adalah sama dengan proses menulis informasi tersebut di kertas putih dengan menggunakan pensil type ”H”. Cukup tipis dan transparan.

Jika suatu informasi hanya ditulis satu kali, maka pesan tersebut akan mudah tertutupi oleh informasi-informasi yang lain. Sebaliknya jika suatu informasi ditulis berulang-ulang, maka pesan tersebut akan tampak jelas pada kertas putih dan mudah dibaca kembali.

6.       Data berupa emosi.

Pikiran Bawah Sadar sangat mudah merekam informasi-informasi yang mengandung muatan emosi. Baik emosi positif maupun negatif.

Ibarat menuliskan informasi pada sehelai kertas putih. Informasi yang ditulis dengan emosi ibaratnya menulis dengan pensil type ”B”. Semakin besar muatan emosinya, maka informasi tersebut semakin tebal tertulis di kertas putih. Sehingga sangat mudah dibaca dan dilakukan.

 

 

Akses Modalitas

V-Visual

Akses visual ini berkaitan dengan indra pengelihatan. Sistem pikiran orang type visual lebih mudah menerima informasi dengan melihat. Ia cukup pandai membayangkan sesuatu. Memahami kolaborasi warna. Suka pada hal-hal yang indah.

Untuk berkomunikasi dengan orang type visual, coba perbanyak gunakan hal-hal yang bisa di lihat. Misalnya gambar dan gerakan tubuh yang bisa membuatnya terbayang sesuatu yang Anda maksudkan.

 

A-Auditory

Akses auditory berkaitan dengan indra pendengaran. Sistem pikiran orang type auditory lebih mudah menerima informasi dengan mendengar. Ia mampu memilah-milah suara yang kompleks, suara aransemen musik misalnya. Disamping itu, ia suka pada berbagai bunyi-bunyian yang merdu atau mendayu-dayu.

Untuk berkomunikasi dengan orang type auditory, coba lebih banyak gunakan suara. Baik perkataan maupun dengan iringan musik yang lembut.

 

K-Kinestetik

Akses kinestetik berkaitan dengan perasaan. Sistem pikiran orang type kinestetik akan lebih mudah menerima informasi jika ia mengalami sendiri suatu informasi tersebut. Orang type kinestetik memiliki perasaan yang lebih peka.

Untuk berkomunikasi dengan orang type kinestetik, coba ajak orang tersebut untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan informasi. Bisa menggerakkan badan, menyentuh sesuatu, dll.

 

Macam-macam Dongeng Berdasarkan Waktu Penyajiannya

1.       Dongeng yang disajikan pada waktu khusus.

Dongeng yang disajikan pada waktu khusus adalah penyajian dongeng secara konvensional. Yaitu dibutuhkan waktu khusus untuk menyajikan dongeng.

Biasanya penyajian dongeng pada waktu khusus berisi materi cerita tertentu yang sudah disusun secara runtut dan memiliki tema tertentu. Bahan ceritanya bisa secara spontan berdasarkan cerita rakyat turun temurun, atau membaca dari buku cerita. Menyajikan dongeng dengan membaca buku lebih dikenal dengan istilah ”Read a story”.

2.       Dongeng yang disajikan kapan saja.

Dongeng yang disajikan kapan saja adalah serangkaian ilustrasi yang disajikan secara spontan, ekspresif dan memunculkan reaksi imajinatif. Cara mendongeng ini dilakukan secara bebas dengan materi disesuaikan dengan aktivitas putra-putri Anda saat itu, tanpa mengacu pada pakem tema cerita tertentu.

Manfaat dongeng untuk Anak

Dongeng jika disajikan dengan benar maka akan memberikan manfaat yang luar biasa untuk putra-putri Anda. Manfaat-manfaat tersebut adalah :

1.       Meningkatkan kemampuan berbahasa.

2.       Meningkatkan kemampuan konsentrasi.

3.       Meningkatkan kemampuan konseptual.

4.       Meningkatkan kreativitas problem solving.

5.       Meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara verbal dan non-verbal.

6.       Meningkatkan kecerdasan intelektual dan emosional (IQ & EQ).

7.       Memperluas wawasan.

8.       Mengembangkan kepribadian.

9.       Meningkatkan kemampuan imajinasi.

10.   Menstimulasi relaksasi fisik dan psikologis.

11.   Lebih meningkatkan kedekatan emosional antara anak dan orang tua.

4 prinsip memahami anak

 

1.      Setiap anak adalah UNIK.

Setiap anak dilahirkan secara unik, baik secara genetik maupun secara kepribadian. Dua orang anak kembar yang dilahirkan dari rahim yang sama, memiliki kepribadian yang berbeda. Orang tua / guru yang bijaksana PASTI menghormati keunikan tiap anak, dan selalu untuk menghindari untuk menyamakan dengan anak-anak yang lain.

Kurangnya pemahaman tentang keunikan setiap anak, sering membuat pusing orang dewasa. Hal ini sering terjadi pada guru atau orang tua yang menghadapi beberapa anak sekaligus. Hal ini disebabkan sebuah treatment yang diterapkan pada satu anak, dan terbukti berhasil, namun gagal jika diterapkan pada anak yang lain. Orang dewasa yang kurang memahami keunikan ini, cenderung akan menganggap anaknya nakal, aneh, hiperaktif, autis, dan lain sebagainya. Sehingga muncul label-label yang salah dan menyesatkan.

Orang tua atau guru yang bijaksana, akan memperhatikan secra detil perkembangan anaknya. Termasuk keunikan-keunikan yang muncul. Atau jika belum peka memperhatikan keunikan, sebaiknya berkonsultasi dengan konsultan pendidikan anak atau psikolog anak.

2.      Anak BUKAN miniatur orang dewasa.

Anak memiliki perkembangan psikologis yang khas dan berbeda dengan orang dewasa. Sehingga anak seringkali sulit memahami maksud orang dewasa. Disamping juga, anak-anak sama sekali belum memiliki pengalaman menjadi orang dewasa.  Namun orang dewasa sudah memiliki pengalaman menjadi anak.

Pemahaman ini wajib diresapi oleh setiap orang dewasa yang sehari-hari bergaul dengan anak. Perbedaan mendasar antara anak-anak dan orang dewasa adalah kompleksitas data yang tersimpan dalam sistem pikirannya. Baik data tentang logika, norma, persepsi, dan lain-lain. Sehingga anak akan sulit mencerna informasi yang disampaikan dalam bahasa orang dewasa.

3.      Anak memiliki BAHASA yang UNIK dan BERBEDA dengan orang dewasa.

Setiap orang selalu memiliki dorongan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya. Anak-anak juga melakukan hal ini. Namun anak melakukannya sesuai dengan kemampuan fisik serta data yang sudah ada dalam pikirannya saat itu. Sehingga seringkali anak melakukan cara komunikasi yang sangat berbeda dengan orang dewasa. Misalnya menangis, merengek, celoteh, berbicara dengan kosakata yang salah, dll.

Orang tua / guru yang bijaksana akan selalu berusaha memahami bahasa setiap anak. Termasuk menghindari untuk langsung marah ketika menemukan anak berbicara dengan kosakata yang buruk. Karena bisa saja anak belum tahu makna kata yang diucapkannya. Sehingga bukan maksud anak untuk berkata buruk, namun sekedar mencontoh orang yang kebetulan ditemuinya.

4.      Anak memiliki POLA PIKIR yang BERBEDA daripada orang dewasa.

Setiap anak sedang mengalami fase perkembangan pola pikir. Dalam proses ini sering ditemui logika-logika yang berbeda dengan logika orang dewasa. Misalnya lebih senang bermain daripada belajar. Atau mencoba memasukkan mobil-mobilan yang besar ke dalam sebuah kotak korek api.

6 hal yang harus dilakukan dalam Hypnotic Story Telling

1.       Pacing.

Pacing adalah menyetarakan gelombang otak Anda dengan gelombang otak putra-putri Anda. Prinsip dasarnya adalah, “Jadilah lawan bicara Anda, maka Anda akan menjadi dia”.

2.       Memperhatikan karakterisitik Pikiran Bawah Sadar.

Memperhatikan dan mempraktikkan karakteristik Pikiran Bawah Sadar adalah WAJIB dilakukan setiap saat. Karena ini adalah modal dasar berkomunikasi secara efektif pada setiap orang.

3.       Selingi dengan nyanyian.

Nyanyian adalah salah satu sarana menyetarakan gelombang otak. Selingi sesi mendongeng Anda dengan nyanyian yang bisa dinyanyikan bersama-sama. Ijinkan putra-putri Anda ikut bergoyang seiring lagu yang dinyanyikan. Kemudian lihatlah dampaknya. Nantikan saat-saat putra-putri Anda menjadi semakin fokus pada alur cerita berikutnya.

4.       Maksimalkan akses modalitas.

Apakah Anda masih mengingat tentang akses modalitas ??  Bagaimana dengan VAK, masih ingatkah Anda ??

Agar materi dongeng Anda bisa lebih dahsyat tertanam dalam pikiran putra-putri Anda, sebaiknya gunakan semaksimal mungkin akses visual, auditory, dan kinesthetic. Lengkapi dongeng Anda dengan gambar-gambar yang menarik, suara-suara yang mendukung, sajikan dengan gerakan tubuh yang bisa membantu munculnya imajinasi, serta ajak putra-putri Anda bergerak bersama-sama.

5.       Buat plot yang menegangkan.

Sebuah dongeng yang menarik adalah dongeng yang dinamis. Dongeng yang dinamis akan meningkatkan konsentrasi putra-putri Anda. Untuk membuat dinamis sebuah penyajian dongeng, maka coba tambahkan plot yang menegangkan.

6.       Libatkan anak dalam berdialog.

Penyajian dongeng secara interaktif akan membuat putra-putri Anda semakin antusias dan fokus. Untuk melakukan dongeng secara interaktif, coba libatkan putra-putri Anda dalam dialog dongeng. Berikan pertanyaan-pertanyaan yang bebas dijawab oleh putra-putri Anda. Atau ajak putra-putri Anda untuk menduga apa yang akan terjadi pada lanjutan dongeng Anda.

7.       Eksplorasi Suara.

Suara adalah salah satu akses modalitas yang utama dalam mendongeng. Beranikan diri Anda untuk mencoba menggunakan suara yang berbeda-beda dalam dialog antar tokoh dalam dongeng. Disamping itu gunakan suara untuk menggambarkan keadaan, atau alat-alat yang ada dalam dongeng.

8.       Manfaatkan benda-benda di sekitar Anda.

Banyak orang beranggapan mendongeng memerlukan properti-properti khusus seperti boneka atau kostum tertentu. Hal ini bagus untuk membantu visualisasi Anak ketika menikmati pertunjukan dongeng. Perlu diketahui bahwa boneka, kostum atau properti lainnya bukan sesuatu yang mutlak harus digunakan, Anda bisa coba gunakan berbagai benda di sekitar Anda untuk memperagakan peristiwa-peristiwa pada dongeng tersebut.

Beranikan diri Anda untuk mengimajinasikan benda-benda di sekitar Anda sebagai sesuatu yang berbeda dan bisa dimasukkan dalam materi mendongeng.

================================================== Sekian. Semoga Bermanfaat

Posted on 25/11/2012, in BELAJAR and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Komentar disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: